Kebun Raya Cibodas Luncurkan Produk Inulin

Penulis : Annisa Indri Lestari
Senin, 11 April 2011 14:10 WIB
Kebun Raya Cibodas terus berkiprah dalam pelestarian dan pemanfaatan tumbuhan berkelanjutan serta mempunyai sejarah panjang dalam introduksi tanaman penting di Indonesia, termasuk kina, kayu manis, dan teh.

Kini memasuki usianya yang ke-159 tahun tepat pada 11 April 2011, Kebun Raya Cibodas ingin memperkuat peran konservasi tanaman untuk kehidupan yang lebih baik dan pemanfaatan koleksi tumbuhan dataran tinggi basah yang bernilai ekonomi.

Salah satunya dengan meluncurkan produk inulin yang diisolasi dari umbi dahlia. Keberhasilan mengisolasi inulin ini berkat kerja sama Kebun Raya Cibodas dengan Pusat Penelitian Kimia Bandung melalui pelaksanaan kegiatan Iptekda-LIPI berjudul Budidaya Tanaman Dahlia dan Pengolahan Umbi Untuk Produksi Inulin.

“Dengan jumlah 1 juta pengunjung setiap tahun, diharapkan pendayagunaan flora berkelanjutan di Kebun Raya Cibodas tidak boleh melebihi reproduksi. Diperlukan hasil penelitian teknologi dan pengaplikasian untuk mengantisipasi perubahan iklim serta keselarasan biodiversiti dengan alam,” kata Kepala LIPI Prof DR Lukman Hakim dalam sambutan HUT Kebun Raya Cibodas, Senin (11/04).

Menurut Dr Didik Widyatmoko MSc, Kepala UPT Balai Konservasi Tumbuhan KR Cibodas, awalnya penelitian produk inulin dimulai 3 tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan pangan. “Produk inulin digunakan untuk mengurangi sel kanker usus,kadar kolesterol serta menjaga kadar gula darah dan menjaga keseimbangan mikroflora usus besar. Kalau di Eropa bisa digunakan untuk menambah citarasa kopi.”

Produk inulin yang diisolasi dari umbi dahlia banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas produk pangan dalam industri pangan termasuk susu instan,vegeta dan yakult. Inulin yang beredar saat ini di Indonesia masih diimpor dari Belgia,Australia,China dan India.

“Oleh karena itu kami mengisolasi sendiri inulin dari Dahlia. Dahlia sendiri merupakan tanaman asli Meksiko yang tumbuh 700-1000m di atas permukaan laut. Di Indonesia tanaman Dahlia ada di daerah Salabintana dan Bintan,” tambah Didiek.

Sementara itu Habibullah, petugas registrasi tanaman Kebun Raya Cibodas menjelaskan proses pembuatan inulin dari umbi dahlia.

“Prosesnya butuh waktu 15 hari. Pertama umbi hasil panen diambil,lalu dilakukan pengupasan dan pelumatan umbi pakai chopper. Setelah itu dihasilkan ekstrak umbi dahlia dan pemerasan ekstrak dilakukan memakai alat screw press.Dari fitrat umbi dahlia diperoleh inulin hasil pengendapan, inulin bentuk granular dan terakhir inulin bentuk serbuk dengan kadar kemurnian 95 persen.” (*/OL-8)