Kemenhut Patok Buka 10 Ribu Hektare Kebun Bibit Rakyat

sumber : mediaindonesia.com

11 Juni 2011

PACITAN–MICOM: Kementerian Kehutanan mematok target pembukaan 10 ribu hektare kebun bibit rakyat di seluruh Indonesia selama2011.

Program KBR akan terus diperluas. Jika target 2011 masih di kisaran 10 ribu hektare, pada 2012 akan ditingkatkan menjadi 15 ribu hektare. Dengan begitu, hingga 2014 luasan KBR yang telah dibuka bisa mencapai 48 ribu hektare.

“Tujuan utamanya adalah untuk penyediaan bibit. Kalau orang mau menanam tapi tidak tersedia bibit, gerakan penanaman satu miliar pohon juga tidak akan pernah terwujud,” tandas Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Pacitan, Jawa Timur, Jumat (10/6).

Selain itu, lanjut Menteri, kementerian yang dipimpinnya juga berencana membangun 23 unit persemaian permanen di 22 provinsi. Unit-unit persemaian tersebut diharapkan mampu memproduksi 35 juta batang bibit pohon untuk kemudian disebar lagi ke seluruh wilayah Indonesia.

“Secara ekonomis program ini berorientasi pada pembangunan industri kehutanan rakyat serta untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Hutan rakyat merupakan model pengelolaan sumber daya alam yang bersumber dan berbasis dari inisiatif masyarakat.  Pada awalnya, pembangunan hutan rakyat bertujuan untuk penghijauan lingkungan dan memenuhi kebutuhan kayu bakar dan bahan bangunan rakyat.

Menindaklanjuti kebijakan itu,  dalam kunjungannya ke Pacitan, Menhut Zulkifli Hasan secara simbolis menyerahkan bantuan pengelolaan kebun bibit rakyat (KBR) kepada masyarakat Pacitan senilai total Rp2,5 miliar.

Nantinya setiap KBR akan diberikan bantuan pembiayaan pembangunan sebesar Rp50 juta untuk setiap kelompok tani yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi.

Selain itu, diberikan pula bantuan bibit tanaman jabon dan gemilina sebanyak 11 ribu batang serta pupuk sebanyak 10 ton.  Bantuan itu diberikan oleh salah satu bank swasta nasional.

Perum Perhutani juga memberikan bantuan berupa 5 ribu batang bibit tanaman pinus, alat sadap getah pinus, dan bantuan hibah perbaikan biofisik senilai Rp50 juta.