Kabut Asap Selimuti Rokan Hilir

sumber : antaranews.com

16 Juni 2011

Dumai (ANTARA News) – Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan mulai muncul dan menyelimuti sebagian besar wilayah di Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Seorang warga di Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Asbin, Kamis mengatakan, kabut asap terlihat jelas menutupi sebagian besar wilayah di sana pada jam malam hingga pagi hari.

“Kabut asap itu terlihat lumayan tebal saat malam dan pagi. Tapi memasuki siang hari, kabut terus menipis,” katanya.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda ) Rokan Hilir, H Surya Arfan mengatakan, sejauh ini pihaknya mendeteksi di Rokan Hilir terdapat delapan titik api.

“Titik api ini masih yang terpantau secara manual dan dipastikan meningkat dibandingkan hari sebelumnya,” katanya.

Atas temuan sejumlah titik kebakaran itu, kata Arfan, sebaiknya pemerintah di wilayah kecamatan khususnya yang berada di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan terus berjaga-jaga guna berantisipasi kemunculan titik api baru.

“Kondisi suhu udara hari ini dan semalam kita prediksi berada di atas 34 derajat celsius. Kondisi ini sangat memungkinkan untuk bertambahnya jumlah titik api,” kata Arfan.

Pemerintah di kecamatan se-Rokan Hilir, menurut Arfan, sebaiknya juga menjalin kerja sama dengan masyarakat sekitar dan berupaya membentuk masyarakat peduli api guna penanganan dini.

“Kita harapkan, dengan upaya kerja sama pemerintah di kecamatan, masyarakat dapat sadar dan peduli lingkungan. Mudah-mudahan langkah ini dapat meminimalisasi titik api di Rokan Hilir,” imbuhnya.

Pantauan Satelit NOAA 18 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau di Pekanbaru menunjukkan, di seluruh wilayah Provinsi Riau sejak Rabu (15/6) terdeteksi 79 “hotspot” dengan sebaran yang nyaris merata.

Sejumlah wilayah yang dikabarkan terpantau titik api antara lain Kabupaten Kampar sebanyak dua titik, kemudian Kabupaten Indragiri Hulu, Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing empat titik.

Selanjutnya Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak lima titik api, Pelalawan dan Siak, masing-masing enam, dan terbanyak yakni Kabupaten Rokan Hilir dengan 42 hotspot.