Boediono Bicara Food Security & Kelestarian Hutan di Penas XIII

Febrina Ayu Scottiati – detikNews, Sabtu, 18/06/2011 15:21 WIB

Tenggarong – Berbicara di depan 30 ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, Wakil Presiden Boediono mengangkat tema soal keamanan pangan, perubahan iklim dan pentingnya melestarikan lingkungan termasuk hutan.

Boediono menggarisbawahi, ada satu tantangan yang saat ini tengah dihadapi berbagai negara di dunia, yaitu keamanan pangan.

“Saya menggarisbawahi satu tantangan besar yang sedang menghantam bangsa. Tantangan itu sudah mulai sekarang juga. Tantangan ini bersifat global dan bangsa-bangsa lain juga mengalaminya. Tantangan itu adalah bagaimana kita bisa menyediakan pangan yang cukup karena pertumbuhan kebutuhan pangan kita yang cepat atau food security. Indonesia harus aman dalam pangan,” kata Boediono.

Hal itu disampaikan Boediono dalam sambutannya sebelum membuka Pekan Nasional (Penas) XIII Petani-Nelayan di GOR Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (18/6/2011).

Keamanan pangan, lanjut Boediono, berkaitan dengan harga pangan yang kini melonjak tinggi. Situasi yang tidak stabil juga mengancam konsumen dan pelaku pertanian di seluruh dunia. Tak hanya itu keamanan politik dan negara juga terancam karenanya.

“Satu tantangan lagi adalah perubahan iklim. Kita menyaksikan dan alami sendiri dampak perubahan iklim di dunia dan ini kait mengait. Bencana alam semakin banyak terjadi, alam sedang mengalami pancaroba untuk mencari keseimbangan baru. Tugas utama pemerintah untuk mengantisipasi langkah-langkah mendasar adanya perubahan iklim ini. Kita siapkan petani dengan pola tanamnya agar semua siap menghadapi,” terangnya.

Boediono juga mengingatkan peran penting dari masyarakat yang peduli akan hutan. Menurutnya, pemerintah tetap mengedepankan kesejahteraan dengan mengeluarkan strategi kebijakan yang tepat tanpa mengorbankan lingkungan.

“Sekecil apapun langkah kita jangan lupa lestarikan hutan untuk atasi perubahan iklim. Kesimpulannya kita harus bekerja sama, bahu-membahu. Tantangan ini tanggung jawab kita pikul demi anak cucu kita. Akhir kata Penas resmi dibuka. Selamat mengikuti Penas,” tutup Boediono yang langsung mendapat sambutan meriah dari peserta.

Boediono yang ditemani Gubernur Kaltim Awang Faroek dan Ketua Umum Pelaksana Penas XIII Winarno Tohir ini, kemudian memukul gong tanda Penas resmi dibuka. Sesaat setelah gong dibunyikan, para tamu undangan dan peserta pun disuguhi tarian kolosal cantik dan penuh makna khas Suku Dayak.

Rencananya, Boediono akan mengunjungi pagelaran teknologi pertanian dan pameran pembangunan di tempat yang sama.

 (feb/nvc)