Greenpeace Dituding Organisasi Ilegal di Indonesia

sumber : mediaindonesia.com

21 Juni 2011

JAKARTA–MICOM: Keberadaan Greenpeace Indonesia di Jakarta dinilai sebagai organisasi “liar”. Alasannya, Greenpeace sejak berdiri di Jakarta tahun 2006 tidak pernah mendaftarkan organisasinya ke bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Walikota Jakarta Pusat.

Mantan Walikota Jakarta Pusat Muhayat menuturkan, selama menjabat walikota 2004-2008, tidak pernah menerima laporan LSM asing Greenpeace mendaftarkan organisasinya ke bagian Kesbangpol. Dengan begitu, kehadiran Greenpeace jelas melanggar UU No 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Peraturan Pemerintah No 18 tentang pelaksanaan dari UU No 8 Tahun 1985 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 5 Tahun 1986.

“Jelas melanggar peraturan karena Greenpeace tidak mengikuti perundang-undangan yang ada di Indonesia. Itu sama saja Greenpeace LSM liar,” kata Muhayat yang kini menjabat Ketua Badan Pengelola Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Islamic Center kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/6).

Penyataan Muhayat diperkuat komentar Walikota Jakarta Pusat Saefullah. Menurut Saefullah, sejak menjabat sebagai Walikota Jakarta Pusat, dari November 2010 hingga sekarang tidak pernah menerima laporan LSM Greenpeace mendaftarkan organisasinya ke kantor Kesbangpol Jakarta Pusat.

Berdasarkan data yang dimiliki Kesbangpol, katanya, saat ini tercatat sebanyak 108 LSM yang bernaung di wilayah Jakarta Pusat. “Namun, tidak ada nama Greenpeace di dalam daftar tersebut. Intinya, Greenpeace tidak pernah mendaftar dan melaporkan kegiatannya ke Kesbangpol,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut Saefullah, Greenpeace melaporkan kegiatan jangka pendek dan jangka panjangnya sebagai organisasi. Artinya, kehadiran Greenpeace di Jakarta sudah jelas melanggar UU, PP dan Permendagri.

“Apalagi Greenpeace itu LSM asing, seharusnya mereka daftarkan dong organisasinya ke Kesbangpol. Jangan mentang-mentang LSM asing, lalu tidak mengikuti peraturan di Indonesia,” kata Saefullah.

Seperti diketahui, sesuai domisilinya, Greenpeace berdiri dengan bentuk Yayasan Greenpeace Sea-Indonesia beralamat di Jalan Cimandiri No 24, Cikini, Jakarta Pusat. Harusnya, Greenpeace melaporkan program-program kerja ke Kesbangpol Jakarta Pusat.

Ketika dikonfirmasi, Jurukampanye Media Greenpeace Asia Tenggara Hikmat Soeriatanuwijaya menyatakan seluruh aktifitas dan keberadaan Greenpeace sebagai organisasi yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan telah memenuhi aspek legalitas.

“Greenpeace telah terdaftar di pemerintah pusat yaitu Kementerian Hukum dan HAM. Jadi kami bukan organisasi ilegal,” kata Hikmat di Jakarta,