Menhut belum Setujui Alih Fungsi Hutan Bengkulu

sumber : mediaindonesia.com

22 Juni 2011

BENGKULU–MICOM: Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan belum menyetujui pelepasan 80 ribu hektare kawasan hutan Provinsi Bengkulu ke dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah 2011.

“Belum ada persetujuan alih fungsi hutan dari Menteri Kehutanan yang dimasukkan ke dalam draf revisi RTRW provinsi, sehingga belum bisa disahkan,” kata Ketua Panitia Khusus Raperda RTRW DPRD Provinsi Bengkulu Chairul Anwar di Bengkulu, Rabu (22/6).

Ia mengatakan keputusan alih fungsi kawasan hutan tersebut membuat pengesahan Raperda RTRW molor dari waktu yang ditargetkan pada Desember 2010.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu Risman Sipayung mengatakan kawasan hutan yang dialihfungsikan tersebut adalah bekas perambahan dan sudah diduduki masyarakat.

“Sebagian besar sudah tidak ada vegetasinya lagi, tetapi statusnya masih kawasan hutan, jadi kami usulkan untuk menjadi area penggunaan lain dan sebagian statusnya diturunkan dan dinaikkan,” katanya.

Kawasan hutan yang diduduki masyarakat tersebut sebagian besar dalam hutan produksi terbatas, dan hutan produksi.

Usulan pelepasan kawasan hutan itu untuk menghindari konflik antara masyarakat yang sudah melalui kajian denga melibatkan tim terpadu. Sebagian lahan tersebut bahkan sudah menjadi pemukiman atau perdesaan, jauh sebelum Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) disepakati.

Pelepasan itu, kata dia menyebabkan kawasan hutan Bengkulu berkurang dari 920.964 hektare menjadi 834.869 hektare, atau menjadi 41,68 persen dari total luas wilayah Bengkulu 2.003.050 hektare.

Meski tidak menyebutkan rincian pelepasan dan alih fungsi per kabupaten, alih fungsi tersebut adalah dari kawasan hutan lindung menjadi hutan produksi seluas 4.760 hektare, dari cagar alam menjadi taman wisata alam seluas 3.384 hektare, dari hutan produksi terbatas menjadi taman hutan raya seluas 600 hektare.

“Ada juga yang dikukuhkan dari area penggunaan lain menjadi tahura di Bengkulu Selatan seluas 400 hektare,” katanya.