BMKG Supadio Temukan 28 Titik Api

sumber : kompas.com

senin 11 Juli 2011

SUNGAI RAYA, KOMPAS.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak menemukan 28 titik api yang tersebar di beberapa kabupaten di Kalimantan Barat.

“Berdasarkan hasil pemantauan sejak 10 Juli 2011 sudah terpantau setidaknya 28 titik api tersebar di Kalimantan Barat. Kabupaten Kapuas Hulu terbanyak menyumbang sembilan titik api,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Supadio Pontianak Sri Ningsih di Sungai Raya, Senin (11/7/2011).

Menurut dia, selain Kabupaten Kapuas Hulu, di Kabupaten Bengkayang setidaknya ditemukan lima titik api, sedang kabupaten lain pada umumnya sekitar 1-3 titik api.

Sri mengatakan, untuk Kabupaten Kayong Utara ditemukan satu titik api, disusul Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Landak, Sanggau dan Sintang masing-masing dua titik api. Sedangkan di Sambas ditemukan tiga titik api.

“Untuk Kabupaten Melawi, Kabupaten Pontianak, Sekadau dan Kota Singkawang belum terpantau adanya hot spot,” tuturnya.

Dia mengatakan, penyebab munculnya titik api kemungkinan besar karena adanya pembakaran atau pembukaan lahan dengan cara dibakar. “Hanya saja, saya tidak mau berspekulan. Itu kewenangan pemerintah daerah setempat,” katanya.

Sri menambahkan BMKG juga mencatat perubahan suhu cuaca di Kalbar sudah mencapai 33,6 derajat celcius. Selama bulan Juli rata-rata suhu maksimum antara 33-34 derajat celcius.

“Dan cuaca panas seperti begini diperkirakan berlangsung sampai bulan agustus. Akan tetapi peluang hujan masih ada,” kata Sri.

Sebelumnya Prakirawan BMKG Supadio Pontianak mengatakan suhu cuaca panas yang terjadi beberapa hari terakhir bukan termasuk cuaca ekstrim. Sebab, suhunya yang mencapai masih dalam batas normal.

Dia menerangkan untuk mengatasi panasnya cuaca, masyarakat yang ingin keluar rumah di siang hari diharapkan dapat menggunakan sun block guna mengurangi teriknya panas matahari yang mengenai kulit.

“Panas ini tidak berdampak kepada penyakit kulit, namun lebih baik menggunakan sun block saja agar tidak terlalu menyengat panasnya matahari,” jelas Tony.

Tony mengimbau kepada para petani untuk tidak membakar lahan, karena ketika membakar lahan di musim kering dapat menimbulkan kabut asap.

“Bagi anak-anak diharapkan untuk tidak keluar malam karena kurang baik untuk kesehatan. Namun bagi orang dewasa yang ingin keluar malam sebaiknya menggunakan masker untuk kesehatan,” kata dia.

Toni menambahkan, meskipun sekarang ini sedang musim kering, dalam beberapa minggu mendatang akan turun hujan dengan intensitas ringan sampai sedang.