68 Persen Hutan di Asia masih Dikuasai Negara

sumber : mediaindonesia.com

15 Juli 2011

SENGGIGI–MICOM: Kebijakan pemerintahan negara-negara di Asia cenderung sentralistik dalam hal kehutanan. Tak heran jika 68 persen wilayah hutannya dikuasai negara.

Hal itu merupakan salah satu fokus kesimpulan dari penutupan rangkaian Konferensi Internasional Tenurial, Pengelolaan dan Pengusahaan Hutan, di Senggigi, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/7) siang.

Konferensi itu dihadiri 250 peserta dari mancanegara, terdiri atas ahli kehutanan, birokrat terkait kehutanan, masyarakat pemangku hutan, pengusaha perhutanan, dan LSM.

Hak tenurial hutan di seluruh dunia merupakan masalah yang belum selesai pemecahannya dikarenakan banyak faktor, mulai dari landasan hukum dan sejarah pendirian negara serta masyarakat, ekonomi, hingga kemasyarakatan.

Akan tetapi, di balik itu semua sejak lama disadari bahwa permasalahan hak tenurial hutan ini lebih terletak pada dimensi politik kekuasaan negara.

“Ini tidak lepas dari sejarah sistem hukum di banyak negara di Asia, yang kebanyakan adalah warisan dari para kolonialis. Karena itulah kita di Asia harus berani keluar dari belenggu sistem hukum kolonialis itu,” kata Koordinator Contreras, Martua Sirait, yang juga menjadi satu penyimpul rangkaian persidangan.

Masalah hak tenurial di Indonesia cukup khas ketimbang banyak negara lain di dunia karena sejumlah alasan, diantaranya terkait nilai-nilai adat yang berlaku dan pengakuan negara atas hak-hak komunitas itu yang termaktub dalam UUD 1945. (Ant/OL-9)