PT Timah Tanam Seribu Bakau di Kundur

sumber : antaranews.com

17 Juli 2011

Karimun (ANTARA News) – PT Timah Tbk Unit Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menanam seribu batang pohon bakau di kawasan Pantai Mukalimus, Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Minggu.

Penanaman tanaman penyangga pantai itu dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karimun, Nurdin Basirun, didampingi Wakil Kepala Unit PT Timah Kundur, Tonggono, anggota DPRD Karimun, Muhammad Taufik, serta unsur pimpinan kecamatan Kundur Barat.

Tonggono mengatakan, penanaman bibit bakau itu yang turut melibatkan anggota TNI dan warga masyarakat merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun PT Timah ke-35, selain menggelar pengobatan gratis di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing dan bantuan buku bagi siswa kurang mampu.

Kegiatan ini, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) terhadap kelestarian lingkungan.

Di sepanjang Pantai Mukalimus, Kelurahan Sawang, menurut dia, akan ditanam seribu batang bibit bakau. Pohon bakau, selain mencegah abrasi juga berfungsi menjaga ekosistem pantai dari kepunahan.

Pasang surut air laut disertai gelombang dapat mengancam kehidupan masyarakat di sekitarnya karena pantai tergerus akibat abrasi, kata dia.

“Dampak negatif dari abrasi pantai akan dirasakan generasi mendatang. Mudah-mudahan bibit bakau yang ditanam memberikan manfaat bagi anak cucu kita,” tuturnya.

Sementara itu, Nurdin Basirun mengatakan, program penanaman bakau oleh PT Timah merupakan bentuk peran aktif perusahaan dalam mendorong program sejuta pohon yang dicanangkan pemerintah.

“Jika satu perusahaan menanam seribu pohon pada satu pantai, maka kami yakin seluruh pantai akan hijau jika perusahaan lain turut melakukan hal yang sama,” katanya.

Dia mengatakan, penghijauan pantai dengan pohon bakau terus digalakkan mengingat Karimun merupakan daerah kepulauan yang berhadapan dengan Selat Malaka.

Deburan ombak dari selat tersibuk di dunia itu, dinilainya, dapat mengancam kelestarian ekosistem dan abarasi di sepanjang pesisir pulau-pulau yang jumlahnya mencapai 198 pulau, 67 di antaranya sudah berpenghuni.

“Tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat, termasuk perusahaan sulit bagi pemerintah untuk menghijaukan seluruh pantai karena keterbatasan anggaran. Terpenting, penghijauan yang dilakukan juga harus diiringi dengan pemeliharaan agar bibit bakau yang ditanam tidak hanyut atau mati,” ucapnya.

Dia juga berharap, seluruh lapisan masyarakat bahu membahu menjaga kelestarian ekosistem pantai dari kepunahan.

“Kerusakan yang kita lakukan sekarang akan berdampak pada penderitaan generasi mendatang,” katanya menambahkan. (*)

Editor: Priyambodo RH