Kebakaran Gunung Guntur Capai 100 Hektar

sumber : antara

1 Agustus 2011

Garut (ANTARA News) – Kebakaran di kawasan lereng Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (31/7) malam mencapai sekitar 100 hektar areal hutan konservasi yang sebagian besar ditumbuhi ilalang.

“Kebakaran di Gunung Guntur itu sedikitnya sudah membakar 100 hektar areal hutan konservasi,” kata Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Garut, Teguh Setiawan kepada wartawan, Senin.

Kawasan Gunung Guntur yang berada dalam tanggungjawab BKSDA, menurut Teguh sudah kesekian kalinya peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Gunung Guntur pada musim kemarau.

Kebakaran kali ini, kata Teguh merupakan kejadian yang cukup besar pada musim kemarau 2011, karena awal kejadiannya tidak cepat diketahui sehingga kobaran api membesar dan menyebar sehingga sulit dipadamkan.

Peristiwa kebakaran yang diketahui warga setempat setelah menunaikan shalat taraweh tersebut melanda Blok Cilopang dan Blok Legok Jambu, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler.

“Lahan yang terbakar kali ini terhitung besar sehingga menimbulkan kerugian yang saya kira tidak ternilai,” jelasnya.

Bentuk kerugian akibat kebakaran tersebut, diterangkan Teguh meskipun daerah tersebut tidak tumbuh pohon, tetapi kerusakan terjadi pada ekosistem, bahkan sejumlah hewan yang habitatnya di lereng Gunung Guntur ikut terbakar.

Penyebab utama kebakaran tersebut, Teguh belum dapat mengetahuinya dan masih dalam upaya melakukan penyelidikan sekaligus mempelajari pemicu kebakaran pada musim kemarau.

“Kebakaran ini sudah terjadi sebelumnya tiga minggu yang lalu, tapi tidak terlalu besar, penyebabnya kita juga belum tahu,” katanya.

Kebakaran lereng Gunung Guntur tersebut berhasil dipadamkan Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah petugas BKSDA dibantu masyarakat melakukan pemadaman dengan alat sederhana seperti kayu untuk memukul api agar tidak menjalar ke tanaman lain.

Selanjutnya warga melakukan siaga di kawasan tersebut hingga pukul 03.00 WIB, karena khawatir masih ada percikan api yang dapat menimbulkan kembali kebakaran.

“Meskipun kebakaran ini tidak mengancam permukiman penduduk, tapi diharapkan masyarakat tetap berperan aktif menjaga Gunung Guntur agar tidak terjadi lagi kebakaran,” harap Teguh.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto