Gubernur Kalteng Tolak Pembangunan Rel Kereta Api Rusia

sumber : mediaindonesia
3 Agustus 2011

PALANGKARAYA–MICOM: Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang secara tegas menolak rencana pembangunan rel kereta api oleh investor dari Rusia. RelKA sepanjang 185 Kilometer itu menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Penegasan ini dikatakan Agustin Teras Narang kepada wartawan di Palangkaraya, Rabu(3/8).

Alasan penolakan, karena di sepanjang wilayah yang akan dibangun rel kereta api yang berada di Kalteng, tepatnya di Kabupaten
Murung Raya yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur, merupakan kawasan hutan lindung dan daerah tangkapan air bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

“Wilayah ini merupakan daerah yang dilindungi ekosistimnya. Kalau daerah ini rusak, akan mengakibatkan Sungai Barito sepanjang 1000 km yang melintasi 3 kabupaten akan banjir bandang,” ujarnya.

Di sisi lain jelas Gubernur, berdasarkan kesepakan empat gubernur di Kalimantan beberapa waktu lalu, telah disepakati bahwa setiap provinsi membangun sendiri wilayah mereka, termasuk pembuatan rel kereta api.

Apalagi Kalteng juga sudah matang dalam mempersiapakan pembangunan rel kereta api khusus pengangkutan batu bara. Rel kereta api itu menghubungkan Puruk Cahu (kabupaten Murung Raya) hinggga Bangkuang (Kabupaten Pulang Pisau) sepanjang 186 km. Pekerjaan pembangunannya telah dilelang.

“Pemenang hasil lelang akan diumumkan tanggal 12 September 2011 mendatang. Tapi bila pemerintah pusat tetap pada kehendaknya (membangun jaringan rel kereta api yang mengubungkan Kalteng-Kaltim), saya akan mengundurkan diri,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Rusia akan membangun rel kereta api dengan total investasi sebesar US$ 2,5 miliar. Sebuah perusahaan asal Rusia yang tertarik untuk membangun rel kereta api yang menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur sepanjang 135 km untuk mengangkut batu bara. (SS/OL-3)