Menteri LH Pidanakan Perusahaan Tambang Perusak Lingkungan

Sumber : mediaindonesia
2 September 2011

BANJARMASIN–MICOM: Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta menyatakan siap memidanakan perusahaan tambang yang terbukti merusak lingkungan. Di Kalimantan Selatan ditemukan puluhan perusahaan tambang yang terindikasi merusak lingkungan.

“Kami mempunyai data dan bukti lengkap. Kami akan menindak tegas perusahaan yang terbukti merusak lingkungan,” tegasnya, Jumat (2/9), di Banjarmasin.

Setelah pemanggilan terhadap Wali Kota Samarinda, menyusul dugaan perusakan lingkungan oleh 67 perusahaan tambang di wilayah tersebut, Menteri LH juga akan memanggil sejumlah kepala daerah di Kalsel, terkait hal serupa.

Sebelumnya, Kementerian LH telah memberi sanksi tegas berupa pencabutan lisensi dan rekomendasi yang disusul pencabutan ijin 27 perusahaan tambang di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel.

“Ada puluhan perusahaan tambang lain di beberapa daerah yang beroperasi menyalahi prosedur dan merusak lingkungan,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun, setelah Tanah Bumbu, kini Kementerian LH mulai membidik puluhan izin tambang dengan amdal bermasalah di kabupaten penghasil tambang lainnya di Kalsel, yakni Kotabaru.

“Kasus-kasus ini akan kami kawal hingga pengadilan dan masuk kategori perusakan lingkungan,” tegas Hatta.

Lebih jauh dikemukakannya, pihaknya juga akan lebih mengefektifkan kerja sama penertiban perusahaan tambang perusak lingkungan dengan bekerja sama dengan Satgas Mafia Hukum.

Di Kalsel saat ini tercatat ada 510 izin tambang skala besar (PKP2B) dan kecil yang terbesar berada di Tanah Bumbu.

Sebagian dari perusahaan tambang tersebut beroperasi tanpa dilengkapi amdal, serta beroperasi tanpa mengindahkan kaidah lingkungan.

Sebelumnya, Tim Terpadu Penertiban Pemanfaatan Kawasan Hutan menyatakan hampir 2.000 perizinan tambang dan perkebunan (HGU) berada di dalam kawasan hutan yang diterbitkan tidak sesuai prosedur.

Total luasan kawasan hutan di Kalimantan yang sudah beralih fungsi ini mencapai 14,6 juta hektare. (DY/OL-10)