Indonesia Usung Ekonomi Hijau di ASEAN

sumber : mediaindonesia

1 Oktober 2011

BANDUNG–MICOM: Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan Indonesia sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) 2011 terus mempromosikan konsep ekonomi hijau dan energi hijau di tatanan regional.

“Sebagai negara yang sudah berkali-kali menjadi Ketua ASEAN ,kita selalu membuat inisiatif baru, termasuk di bidang lingkungan hidup,” kata M Hatta dalam jumpa pers acara Konferensi Internasional TUNZA di Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu (1/10).

Menteri Gusti Muhammad Hatta mengatakan pihaknya telah menyiapkan rancangan pernyataan bersama para pemimpin ASEAN terkait perubahan iklim, yang menunjukkan komitmen bersama ASEAN dalam Konvensi Kerangka Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (UNFCC).

“Kita sudah menyiapkan “joint statement” untuk para pemimpin ASEAN di UNFCC mendatang. Sebentar lagi akan dikirimkan ke para menteri lingkungan hidup se-ASEAN, jika mereka setuju maka drafnya bisa diserahkan kepada presiden,” kata Gusti.

Selain itu, dalam Konferensi Internasional Anak dan Remaja TUNZA tentang lingkungan yang dihadiri oleh 1.200 anak dan pemuda dari 108 negara, untuk pertama kalinya digagas lomba debat antarnegara ASEAN.

“Hal itu menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian anak muda terhadap lingkungan,” kata Menteri.

Penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim UNFCCC akan dilaksanakan di Durban, Afrika Selatan, pada 28 November – 9 Desember 2011. Pertemuan tersebut akan mempertemukan para kepala negara dan kepala pemerintahan, pejabat tinggi, organisasi internasional dan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan.

Beberapa agenda yang dibahas adalah tentang pelaksanaan konvensi dan Protokol Kyoto, serta Rencana Aksi Bali, yang disepakati di COP 13 pada 2007, serta Kesepakatan Cancun yang merupakan hasil dari COP ke-16, Desember 2010.

Konferensi Internasional Tunza diselenggarakan pada 27 September – 1 Oktober 2011 di Bandung. Acara yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa Bangsa itu, diselengarakan setiap dua tahun di berbagai negara. (Ant/OL-2)