Lahan Reboisasi Diserobot Perusahaan Kelapa Sawit

sumber : Borneonews.co.id

12 Oktober 2011

BARITO UTARA–BN: SEJUMLAH lahan proyek Dana Reboisasi (DR) di Barito Utara (Barut) sudah beralih fungsi menjadi area perkebunan sawit. Alih fungsi lahan proyek DR itu diduga dilakukan perusahaan perkebunan sawit…
Salah satunya yakni pada lahan kritis seluas 575 hektare di kawasan hutan sepanjang kilometer 41 pada ruas jalan negara menghubungkan Kota Muara Teweh, Barut, dan Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalteng.
Dari pantauan Borneonews, kemarin, kondisi lahan proyek DR itu memprihatinkan. Berba­gai jenis pohon sudah tak ada lagi. Bahkan, lahan kritis yang jadi lokasi proyek DR itu kini hanya ditumbuhi semak belukar.
Sumber Borneonews menyebutkan, sebelum ditumbuhi semak belukar, pada 2009 lahan itu rata tanah setelah digarap habis oleh alat berat perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Multi Persada Gatramegah (PT MPG) yang memperluas tanam­an di balik hutan setempat.
‘’PT MPG memperluas lahan untuk peremajaan bibit sawit setelah beralih kepemilikan saham. Sewaktu alat berat menggusur lahan, tanaman reboisasi turut digarap habis,’’ ujar Neno, warga Trans 38.
Menurut sumber lain, kasus penyerobotan lahan reboisasi itu sebenarnya pernah menjadi perhatian Tim Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Barito di Banjarbaru, Kalsel.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barut Iwan Rusdani mengaku pihaknya sudah meminta ganti rugi pada PT MPG. ‘’Mereka harus mengganti seluruhnya. Ini sudah kesepakatan bersama,’’ kata Iwan. (ED/H-2)