Diteliti Emisi Karbon di Taman Nasional Berbak

sumber : mediaindonesia.com

29 Oktober 2011

JAMBI–MICOM: Balai Taman Nasional Berbak (TNB) mengungkapkan, semenjak 2009 sebuah lembaga riset hutan dan lingkunganyakni Center for International Forestry Research (CIFOR) telah melakukan riset emisi karbon dalam kawasan TNB.

“Ya, memang semenjak 2009 lalu CIFOR telah berada dalam salah satu kawasan TNB guna melakukan riset kandungan emisi karbon dalam kawasan hutan ini,” kata Kabid Pelestarian Lingkungan dan Wisata Alam (PLWA) TNB Rohman Fauzi di Muara Sabak, Jumat (28/10).

Menurut Rohman, riset tersebut dilakukan guna mendeteksi kandungan emisi karbon menyusul bergulirnya wacana kompensasi emisi karbon kepada negara-negara yang memiliki hutan seperti Indonesia yang dibebankan kepada negara-negara industri.

Lebih jauh, dia menjelaskan, kawasan hutan TNB yang berada di sungai Air Hitam Laut adalah lokasi penelitian yang dilakukan para peneliti CIFOR tersebut.

“Saat ini tim CIFOR memanfaatkan anjungan penelitian yang sebelumnya dipakai oleh lembaga studi satwa internasional atau Zoological of Laboratery Science Internasional (ZLSI) yang melakukan riset terhadap keberadaan harimau sumatera dalam kawasan yang sama,” terangnya.

Meskipun sudah cukup lama melakukan riset tersebut, dia mengakui sejauh ini belum ada laporan resmi dari pihak tim riset CIFOR tersebut mengenai hasil penelitiannya kepada pihak TNB.

“Yang jelas, secara lisan mereka hanya menyampaikan saat ini mereka masih dalam tahap eksplorasi, dan diperkirakan riset masih akan berlangsung setahun lagi hingga akhir 2012, sementara biaya riset yang mereka lakukan tersebut adalah dari anggaran mereka sendiri, tanpa melibatkan anggaran pemerintah,” tegasnya.

Terlepas dari semua itu, dia juga mengatakan, keadaan hutan rawa TNB yang masih terus diperjuangkan kelestariannya memang merupakan salah satu paru-paru kehidupan bagi makluk hidup di Sumatera khususnya di Jambi.

“Kelengkapan dan kelestarian ekosistem harus dipertahankan sebagai sumber oksigen yang teramat penting bagi makluk hidup. Kita terus mengampanyekan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam program-program pelestarian hutan yang digulirkan pemerintah,” katanya. (Ant/OL-2)