Level Gas Rumah Kaca Tembus Rekor

KOMPAS.com – Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer menembus rekor, dengan konsentrasi karbon dioksida (CO2) meningkat sebesar 39 persen sejak permulaan jaman industri di tahun 1750. Demikian pernyataan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Senin (21/11/2011).

Gambaran konsentrasi gas rumah kaca yang dikembangkan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) berdasarkan kondisi tahun 2010 menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 mencapai 389 bagian per juta, meningkat dari 280 bagian per juta pada 1750.

Deputi Sekertaris Jenderal WMO, Jeremiah Lengoasa, mengungkapkan bahwa emisi CO2 menyumbang 4/5 persen dari kenaikan konsentrasi gas rumah kaca. Tapi ia mencatat adanya perbedaan antara apa yang diemisikan ke atmosfer dan dampaknya pada iklim.

“Dengan gambaran ini, bahkan jika emisi dihentikan dari seluruh dunia, kondisi atmosfer akan tetap berlanjut seperti itu selama puluhan tahun sebab lamanya gas rumah kaca bertahan di atmosfer,” kata Lengoasa seperti dikutip AP, Senin.

Para ahli mengatakan, Bumi akan mengalami dampak terburuk akibat perubahan iklim jika konsentrasi gas rumah kaca telah mencapai 450 bagian per juta. Meski demikian, ada beberapa ahli yang menjelaskan bahwa level 350 bagian per juta sudah buruk, dan kini sudah terlampaui.

WMO juga menyatakan bahwa antara tahun 2009 – 2010 saja, konsentrasi CO2 meningkat 2,3 bagian per juta. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan percepatan dari sebelumnya 1,5 bagian per juta setiap tahunnya pada 1990an.

WMO juga mencatat bahwa selain CO2, konsentrasi nitrogen oksida naik sebesar 20 persen dan konsentrasi metana naik 158 persen sejak tahun 1750. Bahan bakar fosil, deforestasi dan penggunaan pupuk dituding sebagai penyebab utama.