Hutan Gundul di Lebak 11.443 Hektare

sumber : antaranews.com

1 Februari 2012

Lebak (ANTARA) – Hutan gundul milik masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada 2012 tercatat 11.443 hektare akibat penebangan dan penanaman tidak seimbang. 

“Kami tahun ini akan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan sekitar 5.680 hektare,” kata Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak H Sopyan di Rangkasbitung, Rabu. 

Pemerintah daerah mendorong masyarakat agar gemar melakukan penanaman untuk pelestarian hutan dan lahan, juga peningkatan ekonomi mereka. 

Saat ini Kabupaten Lebak memiliki hutan yang luas di wilayah Provinsi Banten. 

Karena itu, kata dia, dengan gemar menanam tentu manfaatnya cukup besar bagi kelangsungan hidup manusia, juga dapat mengantisipasi pemanasan global. 

Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. 

Apalagi, setiap hari ribuan kubik kayu-kayuan dari Lebak di pasok ke luar daerah untuk dijadikan bahan material bangunan dan perabotan rumah tangga. 

“Dengan melakukan penanaman pohon itu sama dengan investasi jangka panjang,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, lahan kritis di Kabupaten Lebak tahun ke tahun berkurang karena dilakukan gerakan rehabilitasi penghijauan yang dilaksanakan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat secara swadaya. 

 

Selama ini, jelas dia, penyebab kerusakan hutan gundul akibat tingkat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan alam masih rendah. 

“Kami minta warga ke depan terus melakukan penanaman pohon guna pelestarian alam dan kesejahteraan juga dapat mencegah bencana alam, seperti banjir, longsor dan kekeringan,” ujarnya. 

Asep mengimbau masyarakat apabila melakukan penebangan pohon diharapkan segera menanam kembali untuk mencegah kerusakan hutan dan lahan tersebut. 

Kebanyakan masyarakat setelah menebang pohon miliknya dibiarkan begitu saja dan tanpa dilakukan penghijauan sehingga lahan menjadi kritis. 

 

Ia menyebutkan, jumlah hutan gundul di Kabupaten Lebak 2012 tercatat 11.443 hektare dari sebelumnya 16.000 hektare. 

Berkurangnya lahan kritis itu karena adanya gerakan penanaman dan penghijauan. 

“Saya yakin ke depan Lebak menjadi daerah hijau juga terjaga kelestarian hutan dan alamnya,” katanya. 

Sementara itu, Nurdin, seorang warga Kecamatan Muncang mengaku, dirinya merasa terbantu dengan adanya bantuan bibit tanaman sengon hasil persemaian yang dikembangkan petani. 

“Kami telah menanam pohon sengon sebanyak 500 batang di lahan milik sendiri,” katanya.