Pembalakan Liar Diklaim Demi Pemerintah

sumber : vivanews.com

5 Maret 2012

Pembalakan liar terjadi di hutan Cagar Alam Gunung Nyiut, Kabupaten Bengkayang. Hutan Cagar Alam seluas 124ribu hektar itu dijarah oleh salah seorang cukong yang mengerahkan enam warga setempat.

Aksi penebangan kayu liar ini ditangkap Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Kalimantan Barat. Dua pembalak liar dan satu cukong (pemilik modal) yang menjarah kayu ulin dan meranti di Cagar Alam Gunung Nyiut, Kabupaten Bengkayang diamankan SPORC Kalbar pada pekan lalu.

“Menurut keterangan dari  awal para tersangka ini menyebutkan bahwa  mereka ini menebang kayu, lalu menggunakan kayunya itu untuk keperluan dalam program pemberdayaan nasional pemberdayaan masyarakat atau PNPM di daerahnya,” kata Kepala Unit Operasi SPORC Brigade Bekantan Kalimantan Barat, Hari Novianto, kepada VIVAnews.com, Senin 5 Maret 2012.   

Menurut Hari, hingga kini pihaknya telah menahan dua tersangka dan satu cukong pada pekan lalu seusai operasi di hutan Cagar Alam Gunung Nyiut Kabupaten Bengkayang.

Awalnya mereka menangkap enam orang pembalakan liar hutan cagar alam. Tetapi, hanya dua orang saja yang dijadikan tersangka, karena memang pelaku pembalakan liar hutan cagar alam. “Nah, dari keterangan keenam orang tersebut  kami mendapat informasi baru siapa sebenarnya cukong dan akhirnya kami pun menangkapnya,” kata Hari.

Hari menambahkan, pihaknya saat ini menahan tiga orang tersangka, dan mereka ditahan di Rumah Tahanan Pontianak. Ketiga tersangka itu adalah DL dan IS (pekerja), dan DB (cukong).

“Hingga kini kami masih akan terus menyelidiki kebenaran pengakuan mereka para tersangka ini. Terlebih soal kayu yang digunakan untuk program PNPM  di daerah tersebut. Jika itu benar terjadi, maka sangat  ironis sekali, karena program pemerintah dikerjakan dengan merusak hutan cagar alam,” ucap Hari.